Jamaah Raudlatul Falah menggelar kajian keagamaan bertema "Memahami 4 TA dalam Pergaulan" bersama penceramah Drs. H. Mawahib Al-Masyhady, MM. Kegiatan ini dihadiri jamaah dari kawasan Ngagel dan sekitarnya, termasuk Andi Bachtiar, Budi Sarkawi, Panidi, Abd. Karim, Subti, Supanto, Loelus Widodo, Heri S., Triman, dan Bagus Dwijo P.
SURABAYA – Dalam rangka memperkuat persaudaraan dan etika pergaulan sehari-hari, Jamaah Raudlatul Falah menggelar kajian khusus dengan tema "Memahami 4 TA dalam Pergaulan" yang disampaikan oleh Drs. H. Mawahib Al-Masyhady, MM. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh puluhan jamaah dari kawasan Ngagel dan sekitarnya.
Empat Pilar Pergaulan Islami
Dalam tausiyahnya, Ustadz Mawahib Al-Masyhady menguraikan empat prinsip dasar pergaulan dalam Islam yang dikenal dengan "4 TA", yaitu:
1. Ta'aruf (Saling Mengenal)
Mengutip QS. Al-Hujurat ayat 13, beliau menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk saling bermusuhan, melainkan untuk saling mengenal. "Yang paling mulia di sisi Allah bukanlah karena suku atau keturunan, melainkan ketakwaan," tegasnya.
2. Tafahum (Saling Memahami)
Merujuk pada kitab Belajar Aqidah Akhlak karya Muhammad Asroruddin Al Jumburi, tafahum adalah upaya mendalam untuk memahami kondisi sesama, baik individu maupun keluarga. Ustadz Mawahib juga menyampaikan hadits riwayat Muslim yang melarang sikap hasad, tipu-menipu, dan saling membenci, seraya menyerukan agar umat Islam menjadi saudara yang saling menjaga.
3. Ta'awun (Saling Menolong)
Berdasarkan QS. Al-Maidah ayat 2, ta'awun diperintahkan hanya dalam kebajikan dan ketakwaan, bukan dalam dosa dan permusuhan. "Tolong-menolong harus dilandasi niat ibadah dan kemaslahatan umat," imbuh beliau.
4. Takaful/Takafful (Kesetiakawanan)
Prinsip ini mewujudkan solidaritas melalui ukhuwah Islamiyah. Menghadirkan hadits riwayat Bukhari dan Muttafaq 'Alaih, Ustadz Mawahib mengingatkan bahwa seorang mukmin hendaknya mencintai saudaranya sebagaimana mencintai diri sendiri, dan merasakan penderitaan saudaranya layaknya satu tubuh yang saling terhubung.
Antusiasme Jamaah dan Doa Penutup
Kajian ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai wilayah, antara lain: Andi Bachtiar, Budi Sarkawi, Panidi, Abd. Karim, Subti, Supanto (Tomi), Loelus Widodo, Heri S., Triman, dan Bagus Dwijo P. – yang mayoritas berdomisili di kawasan Ngagel Tirto, Ngagel Rejo, Ngagel Kebonsari, dan Jl. Lumumba Dalem.
Kegiatan ditutup dengan doa kafaratul majelis:
Subhanakallahumma wa bihamdika, ash-hadu an la ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaika.
Para jamaah berharap nilai-nilai "4 TA" ini tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga terwujud pergaulan yang penuh rahmat, saling menghormati, dan membawa keberkahan.
Redaksi
Dokumentasi: Jamaah Raudlatul Falah